Fakta Gaji Pemain Bola Timnas Indonesia Selama Pandemi COVID-19

Dunia sepak bola kini tidak hanya dikenal sebatas hanya permainan atau olahraga. Cabang atletik yang satu ini juga menjadi incaran banyak kalangan terutama pemuda untuk menambah pundi-pundi keuangan mereka. Beberapa sumber menyebutkan bahwa gaji seorang pemain bola bisa mencapai jumlah miliaran rupiah. Pendapatan yang lebih besar juga dapat diraih jika berhasil menjadi bagian dari Tim Nasional (Timnas) Indonesia. Faktor besarnya gaji pemain bola timnas Indonesia telah banyak menarik minat pemain untuk bergabung dalam tim ini disamping faktor lainnya seperti popularitas.

Namun di tengah pandemi virus COVID-19, dunia pesepak bola juga ikut terdampak. Beberapa kompetisi terpaksa dihentikan dengan alasan untuk mencegah penularan virus semakin meluas. Berhentinya kompetisi telah berakibat pada pemberian gaji pemain. Berikut beberapa fakta mengenai gaji pemain bola timnas Indonesia selama pandemi COVID-19:

Contents

READ  Daftar Pemain Aston Villa Terbaik dan Menjadi Legendaris Dunia Sepak Bola

1. Pemotongan gaji sebesar 50%

Selama pandemi COVID-19, pemain timnas Indonesia mengalami pemotongan gaji sebesar 50%. Hal ini sesuai Surat Keputusan (SK) nomor SKEP/48/III/2020 yang dikeluarkan oleh PSSI. Pemotongan setengah gaji pemain bola timnas Indonesia sesungguhnya tidak diharapkan oleh pemain. Mereka ingin mendapatkan gaji penuh seperti umumnya. Namun dalam kondisi ini para pemeran juga harus memahami kondisi klub yang sedang dilanda kesulitan finansial.

2. Gaji di bawah UMR

Pemotongan gaji pemain bola timnas Indonesia berdampak pada beberapa pemain yang justru mendapatkan besaran gaji di bawah UMR. Hal ini terjadi setelah keputusan PSSI membolehkan klub melakukan pembayaran gaji maksimal sebesar 25%. 

Sebagai contoh, jika terdapat pemain yang mendapatkan gaji sebesar Rp. 5 juta, maka sistem gaji maksimal 25% akan membuat pemain hanya menerima sebesar Rp. 1,25 juta dari besaran gaji pada kondisi normal.

READ  Ini Dia Daftar Pemain Muda Arsenal Terbaik di Era Arsene Wenger!

3. Gaji pemain klub liga 1

Pada umumnya, pemain pada klub liga 1 tidak mendapatkan dampak luar biasa dengan sistem pemberian gaji maksimal 25%. Hal ini karena pemain klub liga 1 umumnya sudah mendapatkan pembayaran awal saat menandatangani kontrak (DP) sebesar 20%. 

Namun aturan tersebut tetap dianggap kurang sesuai karena secara tidak langsung membolehkan klub menggaji pemain di bawah 25% dari kontrak. Terlebih dalam praktiknya juga terdapat klub yang menggaji pemainnya hanya sebesar 10% sampai 15%.

4. Gaji pemain klub liga 2

Berbeda dengan pemain klub liga 1, pemain klub liga 2 justru sangat dirugikan dengan keputusan tersebut. Pemberian gaji pemain klub liga 2 tidak menggunakan sistem pembayaran awal kontrak (DP) seperti yang dirasakan pemain liga 1. Ketidaksamaan sistem gaji antara klub liga 1 dan liga 2 membuat beberapa pihak menganggap sistem gaji maksimal 25% tidak dapat diterapkan secara sama rata.

5. Pemangkasan nilai bonus

Selain pemangkasan gaji, pemain juga berisiko mengalami pemangkasan nilai bonus sebagai akibat adanya pandemi COVID-19. Pada kondisi normal, pemain sepak bola juga bisa mendapatkan keuntungan dari bonus di samping gaji yang diterima. 

READ  Siapa Saja Pemain Barcelona 2021 yang Melengkapi Skuad Barca

Kemungkinan pemangkasan bonus dapat terjadi sebagai salah satu upaya untuk menekan kerugian selama pandemi COVID-19. Hal tersebut juga penting mengingat masalah keuangan dapat mempengaruhi kelangsungan dunia sepak bola itu sendiri.

Keputusan pemotongan gaji pemain bola timnas Indonesia tidak bisa terelakkan lagi karena kesulitan keuangan yang dialami PSSI bahkan setelah mendapat suntikan dana sebesar Rp. 7,7 miliar dari FIFA. Keputusan ini mau tidak mau harus diterima dengan lapang dada baik oleh pemain, pelatih dan staf lainnya yang terlibat. 

Di tengah berbagai kendala yang dialami dunia sepak bola akibat pandemi COVID-19, berbagai pihak harus kembali memahami bahwa segala keputusan adalah bagian dari upaya mencari jalan terbaik sebagai solusi atas permasalahan yang terjadi.

You May Also Like

About the Author: Bening Tirta